Breaking News
Showing posts with label Religi. Show all posts
Showing posts with label Religi. Show all posts

Friday, July 17, 2026

Sekolah sekian Lama namun Tak ada Ilmu yang masuk ?

Assalammu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Tak terasa 1 tahun pelajaran telah usai, dan sekarang kita berjumpa lagi di tahun ajaran baru 2026 - 2027 , semoga semuanya tetap istiqomah dalam kebaikan ya , Aamin !

Selamat buat siswa siswi yang baru lulus dari SMP IP Assalamah Ungaran. Kamu sekarang sudah bergelar Alumni dan memasuki dunia putih abu abu😍 , eittss tapi .... 

 Pernah nggak sih kamu ngelihat fenomena ini?

Ada anak yang dari SD, SMP, sampai SMA sekolah di lembaga pendidikan Islam—bahkan mungkin ada yang mondok di pesantren selama bertahun-tahun. Selama sekolah, wah... penampilannya adem banget. Sholat lima waktu nggak pernah telat, rajin ngaji, pakaiannya menutup aurat dengan sempurna, dan gaya pergaulannya benar-benar terjaga.

Tapi anehnya, begitu lulus atau pindah ke lingkungan baru yang nggak agamis lagi, penampilannya langsung berubah drastis 180 derajat.

Ilustrated by Chat GPT
 
yang tadinya lima waktu mulai bolong-bolong, bahkan lama-lama ditinggalkan. Hijab yang dulu menutup rapi tiba-tiba dilepas, bahkan dengan bangganya pamer foto tanpa hijab di media sosial. Pergaulan pun jadi kebablasan tanpa batas, pacaran sana-sini seolah nggak ada lagi rambu-rambu agama. Dan masih juga banyak aturan (norma, adab, ibadah) lainnya yang tak lagi dijaga setelah lulus tersebut. Naudzubillah min dzalik.

Pertanyaannya: Kok bisa, ya? Sekolah bertahun-tahun, tapi kayak nggak ada ilmu yang masuk?

Yuk, kita obrolin bareng-bareng secara santai tapi mendalam.

Makna "Lulus" Bukan Berarti "Merdeka" dari Aturan Tuhan

Buat kamu yang baru lulus atau sedang sekolah di lingkungan agamis, sadar nggak sih kalau lingkungan sekolah itu ibarat greenhouse? Tanaman di dalamnya dijaga ketat, disiram, dan diberi pupuk terbaik. Tapi ujian aslinya adalah ketika tanaman itu dipindahkan ke alam liar.

Catatan Penting:

Keluar dari sekolah Islam atau pondok pesantren bukan berarti kamu mendapat tiket "MERDEKA" untuk berbuat sesuka hati.

Ingat, aturan memakai hijab, kewajiban sholat lima waktu, dan larangan mendekati zina itu datangnya dari Allah SWT, bukan dari kepala sekolah, guru, atau ustadz kamu. Ketika kamu lulus, statusmu sebagai hamba Allah tidak ikut kedaluwarsa. Jangan sampai ilmu yang diajarkan bertahun-tahun dengan penuh keikhlasan oleh gurumu menguap begitu saja seolah tidak ada artinya. Ilmu itu bukan cuma buat dihafal demi nilai di ijazah, tapi buat jadi kompas hidup.

Sinergi Orang Tua: Penjaga Benteng Terakhir

Masalah ini tentu nggak bisa cuma dibebankan ke pundak anak-anak remaja. Di sinilah peran krusial orang tua diuji.

Banyak orang tua yang merasa "tugasnya selesai" begitu memasukkan anak ke sekolah Islam atau pesantren. Padahal, sekolah terbaik itu tetap ada di rumah.

  • Pengawasan Tanpa Henti: Orang tua harus tetap memantau perkembangan ibadah dan pergaulan anak, terutama saat mereka mulai memasuki lingkungan baru (seperti dunia kuliah atau kerja).

  • Pertanggungjawaban Akhirat: Ingatlah bahwa anak adalah amanah. Kelak, orang tualah yang akan dimintai pertanggungjawaban paling pertama di hadapan Allah SWT atas didikan mereka. Jangan sampai kita lalai dan baru menyesal saat melihat buah hati kita terjerumus ke jalan yang salah.



     

Tips Bertahan di "Dunia Luar": Pilih Lingkungan dan Circle yang Tepat

Setelah lulus, kamu mungkin nggak bisa lagi mengontrol lingkungan makromu (sekolahan, kampus atau tempat kerja). Tapi, kamu punya kendali penuh untuk memilih dengan siapa kamu berteman dekat.

Cari Teman yang...Hindari Teman yang...
Mengingatkanmu saat waktu sholat tiba.Mengajakmu nongkrong sampai melupakan kewajiban.
Mendukungmu untuk tetap menutup aurat dengan baik.Membuatmu merasa "ketinggalan zaman" karena menjaga kehormatan.
Punya visi sukses dunia dan akhirat.Hanya peduli pada kesenangan duniawi yang sesaat.

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa agama seseorang itu tergantung pada agama teman dekatnya. 

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

"Seseorang itu tergantung pada agama teman dekatnya, maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa yang menjadi teman dekatnya."

(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

 Jadi, jangan salah pilih circle, ya!

Menjemput Hidayah, Menjaga Istiqomah

Teman-teman sekalian, hidayah itu memang hak prerogatif Allah, tapi kita wajib menjemput dan menjaganya. Berubahlah karena kamu sadar bahwa kamu butuh Allah, bukan karena takut dihukum guru atau takut ditegur orang tua.

Mari kita jadikan momentum ini sebagai ajang penyadaran diri. Ilmu yang masuk ke hati akan tercermin lewat perilaku yang konsisten, di mana pun kita berada—mau di dalam pesantren atau lingkungan sekolah agama maupun di tengah hiruk-pikuk kota besar.


Coba disimak lagi potongan video sambutan yang berisi doa dan harapan dari orang tua kalian dalam acara Purna Wiyata tahun 2026 kemarin.
 
Semoga kita semua, baik orang tua maupun anak-anak generasi muda, selalu diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk tetap istiqomah (konsisten) di jalan-Nya. Semoga ilmu yang kita pelajari benar-benar menjadi berkah yang menyelamatkan kita, tidak hanya di dunia, tapi hingga di akhirat kelak. Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin.

Terimakasih sudah mampir membaca,  

Semoga bermanfaat

Jangan lupa klik Follow, Share dan Like nya 🙏 

Waasalammualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh ! 





Read more ...

Monday, March 16, 2026

Piala Ramadhan 1447 H vs Piala Dunia 2026

Assalammu'alaikum sobat semuanya, semoga masih sehat selalu dan selalu diliputi dengan kebahagiaan ! aamiin

Tak terasa bulan Ramadhan 1447 H sudah hampir berakhir ya ? Kurang beberapa hari lagi sudah kita sambut takbir kemenangan atau hari raya Idul Fitri. Namun bukan berarti kita menjadi kendor semangatnya dalam menjalani sisa akhir ibadah puasa ini.

Namun tahukah kalian sobat ? Tahun 2026 ini akan menghadirkan dua momentum besar yang menarik jika kita perhatikan. Yang pertama adalah  Ibadah Puasa Ramadhan momen spiritual yang sangat penting bagi umat Islam dan yang kedua adalah ajang olahraga terbesar di dunia, yaitu FIFA World Cup 2026.

Ilustrasi by Chat GPT

Sekilas keduanya tampak sangat berbeda: satu adalah ibadah puasa selama sebulan penuh, yang satunya lagi adalah kompetisi sepak bola antarnegara. Namun jika dipikirkan lebih dalam, ternyata ada beberapa persamaan menarik di antara keduanya.

Bulan Ramadhan tahun 2026  berlangsung sekitar 19 Februari – 20 Maret 2026. Selama satu bulan penuh, umat Islam di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa dari fajar hingga matahari terbenam. Sementara Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni – 19 Juli 2026 di tiga negara di benua Amerika: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selama lebih dari satu bulan, puluhan negara akan bertanding memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.

Jadi, baik bulan Ramadhan dan Piala Dunia sama-sama menghadirkan “perjalanan selama satu bulan” yang penuh tantangan. 

Read more ...

Tuesday, March 10, 2026

Perang "Lokal" yang Lebih Dahsyat dari Iran vs Israel

Assalammualaikum Gaess.

Apa kabarnya di bulan yang penuh berkah ini ? Ya Bulan suci Romadhon ! 😍 Semoga kalian dan kita semua senantiasa diberikan kekuatan dan keimanan dalam menjalankan puasa ya.  Aamiin !

Saat ini, lini masa kita penuh dengan berita ketegangan antara Iran dan Israel + AS. Rudal, drone, hingga sistem pertahanan udara canggih jadi obrolan sehari-hari di warung kopi. Rasanya mencekam, ya? Seolah-olah dunia sudah di ambang perang besar (Perang Dunia 3).😰

 
Tapi, tahu tidak? Ada sebuah "perang" yang skalanya jauh lebih kolosal, durasinya jauh lebih lama, dan musuhnya jauh lebih licin daripada koalisi militer mana pun di dunia. Menariknya, perang ini tidak terjadi di Timur Tengah, melainkan tepat di dalam diri kita masing-masing.


Perang Melawan "Si Ego" yang Tak Pernah Tidur

Dalam sebuah riwayat, setelah pulang dari perang yang sangat melelahkan, Rasulullah SAW pernah berujar bahwa umatnya baru saja pulang dari jihad kecil menuju jihad yang lebih besar. Para sahabat kaget, "Perang apa lagi yang lebih besar dari angkat senjata di medan tempur?"

Jawabannya singkat tapi ngena: Jihad melawan hawa nafsu.

Kenapa dibilang lebih besar? Mari kita bedah santai:

  1. Gak Ada Gencatan Senjata: Kalau perang antarnegara, ada saatnya tanda tangan dokumen damai. Kalau lawan nafsu? Dari melek mata sampai tidur lagi, serangan "rudal" malas dan "drone" ghibah datang terus.

  2. Musuhnya "Invisible": Israel atau Iran punya koordinat geografis. Hawa nafsu? Dia sembunyi di balik keinginan kita untuk nambah porsi makan saat buka, atau keinginan pamer (flexing) ibadah di Instagram.

  3. Taruhannya Bukan Wilayah, Tapi Hati: Menang kalah di sini menentukan apakah kita jadi pribadi yang lebih tenang atau malah jadi "budak" keinginan sendiri.


Ramadhan: Camp Latihan Militer Rohani

Nah, mumpung sekarang bulan Ramadhan, anggap saja kita lagi masuk bootcamp atau kamp latihan militer. Puasa itu bukan sekadar menahan lapar dan haus (itu sih level dasar). Puasa itu latihan gencatan senjata dengan keinginan-keinginan rendah kita.

  • Latihan Disiplin: Biasanya jam 2 siang ngopi, sekarang harus nunggu bedug Maghrib. Itu latihan self-control.

  • Latihan Intelijen: Kita jadi lebih waspada sama "bisikan" buat marah-marah saat jalanan yang macet menjelang buka.

  • Latihan Logistik: Belajar berbagi lewat sedekah, infaq dan zakat biar harta kita nggak cuma numpuk buat ego sendiri.


Jadi, Siapa Pemenangnya?

Pemenang perang ini bukan mereka yang berhasil khatam Al-Qur'an 10 kali tapi tetap hobi mengghibah, flexing, mencela orang di kolom komentar dan perilaku buruk lainnya. Pemenangnya adalah mereka yang saat Idul Fitri nanti, berhasil "menjajah" sifat sombong, pelit, dan pemarahnya sendiri.

Jadi, sementara dunia sibuk memantau radar di Timur Tengah, yuk kita pantau "radar" di hati kita sendiri. Apakah hari ini kita menang lawan rasa malas, atau kita justru menyerah sebelum berperang?

 

Selamat berjuang di medan tempur diri sendiri !

Semoga bermanfaat buat kita semua.

Terimakasih sudah mampir dan membaca

Jangan lupa klik Like, Follow dan Share artikel Blog ini ya

Wassalammualaikum 

 

Read more ...

Monday, April 14, 2025

Liburan Usai saatnya Kembali ke Dunia Nyata

 

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Apa kabarnya semua semoga sehat dan tetap semangat ya !

Liburan Puasa Ramadhan dan Lebaran tahun ini memamg istimewa hampir 1 bulan tepatnya 3 minggu diawal Ramadhan 1 minggu dan saat lebaran 2 minggu. Apalagi di sekolahan kita (khusu SMP IP Assalamah Ungaran) liburnya lama banget dari sekolahan Negeri dan  Swasta lainnya. Alhamdulillah 😁

source from : Instagram Liputan 6.com
Memang tujuan pemerintah meliburkan adalah supaya siswa siswinya fokus beribadah puasa wajib di bulan Ramadhan ini dengan khusyuk dirumah masing masing. Itu kalau jaman dulu (waktu itu Ane kelas 3 SMA tahun 1999 - 2000 jaman presiden Gus Dur libur puasa Ramadhan 1 bulan full) 😅 mungkin bisa seperti itu, tapi kalau jaman now sepertinya susah ! Kenapa ? Karena siswa siswinya pasti asyik bermain hape, tidur sampai larut malam dan bangun selalu kesiangan dan sedikit sekali meluangkan waktu untuk beribadah meskipun di malam harinya 😩.

 

Tapi dibalik liburan yang lama itu ternyata ada efeknya yakni untuk memulai kembali beraktiftas seperti biasa maka timbul perasaan malas dan enggan kembali ke sekolahan ataupun tempat kerja. Maka hal ini akan menjadi masalah baru buat anda atau kita yang masih merasakan dampak buruk itu. Karena akan menyebabkan tidak poduktifnya seseorang dalam bekerja maupun kurang semangatnya seorang pelajar dalam menempuh pendidikan. Hal inilah yang harus dihindari !

Dalam ajaran agama ada tuntunan doanya agar kita semua terhindar dari rasa malas tersebut, berikut bacaan doanya : 

Doa agar terhindar dari rasa malas اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْل Allâhumma innî a‘ûdzubika minal kasali wa a‘ûdzubika minal jubni wa a‘ûdzubika minal harami wa a’ûdzubika minal bukhli “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, dan aku aku berlindung kepada-Mu dari pikun, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pelit.”

Sumber: https://jabar.nu.or.id/doa/biar-tidak-gampang-mager-yuk-amalkan-doa-terhindar-dari-rasa-malas-berikut-ini-2TLJM


___
Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)

 اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْل

Allâhumma innî a‘ûdzubika minal kasali wa a‘ûdzubika minal jubni wa a‘ûdzubika minal harami wa a’ûdzubika minal bukhli 

Artinya : “Ya Alloh sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, dan aku aku berlindung kepada-Mu dari pikun, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pelit.”

Cara untuk mengatasi malas ini sebetulnya mudah untuk diucapkan namun butuh kekuatan hati untuk mewujudkannya. Jika anda pelajar tingkat akhir harusnya rasa malas itu tidak ada karena kalau mau lulus dengan nilai terbaik maka harus berjuang sekuat hati melawan rasa malas itu dan malah ditambah semangatnya untuk belajar mempersiapkan Ujian Akhir. Dan untuk orang dewasa bahkan orangtua seperti Ane ini 😂 rasa malas bekerja pasti akan berusaha untuk dihindari dan diatasi karena terdesak oleh kebutuhan, tidak kerja ya tidak dapat uang dan tidak makan karena tidak bisa menghidupi keluarganya. Beruntung yang statusnya PNS atau ASN setiap bulan pasti otomatis digaji oleh negara, tapi bagaimana dengan yang non PNS alias pegawai swasta, juga Wiraswasta jika terlalu banyak liburnya, maka perusahaan tempatnya kerja tidak akan mau menggajinya atau tempat usahanya untuk meraih pendapatan (rezeki) pun akan sepi karena ditinggalkan oleh pelanggannya karena lama tidak buka.
 
Akhir kata sebelum tulisan ini diakhiri, 
"Uang THR dan uang Gaji sudah habis untuk hari raya Idul Fitri maka saatnya kembali untuk berkarya. Dan bagi seorang pelajar sekarang sudah bulan April yang sudah mendekati kenaikan kelas dan kelulusan, saatnya kalian memepersiapkan Ujian Kelulusan atau Ujian Akhir Semester. Kini saatnya bangun dari mimpi indah dari tidur yang lumayan panjang untuk kembali ke kehidupan nyata yakni kehidupan dunia yang keras dan butuh untuk diperjuangkan". 
Selamat Belajar dan Selamat Bekerja Semuanya ! 💪💪💪
 

Dua keadaan yang menyebabkan orang malas Selain memohon perlindungan kepada Allah Swt, Rasulullah Saw juga mengingatkan kepada umatnya tentang anugerah yang dapat menyebabkan seseorang menjadi malas, dua anugerah itu yakni keadaan sehat dan waktu luang. Baca Juga Kumpulan Doa untuk Ketenangan Hati dan Pikiran Dalam keadaan sehat, terkadang kita lalai atau bahkan lupa bersyukur bahwa nikmat sehat yang kita terima merupakan anugerah dari Allah Swt, sehingga sudah sepatutnya kita untuk bersyukur salah satunya dengan cara memperbanyak banyak ibadah. Dalam keadaan waktu luang, terkadang kita juga lupa untuk memanfaatkan waktu luang tersebut diisi dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat. Bahkan akan lebih baik lagi jika waktu luang tersebut kita gunakan untuk beribadah. Semoga dengan senantiasa berdoa kepad Allah Swt, kita dijauhkan dari segala bentuk kemalasan dan kelalaian. Wallahu a’lam

Sumber: https://jabar.nu.or.id/doa/biar-tidak-gampang-mager-yuk-amalkan-doa-terhindar-dari-rasa-malas-berikut-ini-2TLJM


___
Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)
Semoga dengan senantiasa berdo'a dan beribadah  kepada Alloh Swt, kita dijauhkan dari segala bentuk kemalasan dan kelalaian. Wallahu a’lam
 
Jangan lupa klik Like, Share dan Subscribenya ya untuk mendukung terus Blog ini, Terimakasih !
 
Wassalammualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh




Read more ...

Saturday, April 27, 2024

UJIAN YANG SEBENARNYA

Assalammualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Apa kabarnya kalian ?

Salam sehat dan penuh berkah semoga Alloh SWT selalu memberikan limpahan nikmat dan hidayahnya kepada kita semua ya !

Lama juga Ane ga nulis apapun di tahun 2024 ini 😄 BTW dahulu Ane pernah buat artikel Bulan Bulan yang Penuh dengan Ujian ketika Ujian Nasional (UN) masih menghantui siswa siswi sekolah se Indonesia sehingga momen tersebut terasa begitu mendebarkan karena berkaitan dengan Nilai Akhir seorang pelajar untuk bisa masuk ke sekolahan Negeri yang diinginkan jika nilai UN nya baik. Bahkan awal Ujian Nasional dulu SMP IP Assalamah mengikutinya tahun 2008 jika tidak lulus Ujian Nasional maka siswa tersebut harus mengulang lagi tahun depannya atau ikut ujian kejar paket agar bisa dinyatakan lulus sekolah 😱.

source from : https://muslim.or.id

Beda cerita dengan sekarang mungkin sekolah sudah tidak ada tantangannnya atau tidak seseram seperti dulu lagi 😁 dikarenakan UN sudah dihapus dan hanya digantikan dengan Ujian sekolah yang sifatnya lokal karena kelulusannya sekolah yang menentukan sendiri dan untuk masuk negeri pun tidak dari nilai UN lagi ataupun dari nilai Ujian Sekolah semata mata namun bisa dari nilai raport selama 5 semester , kejuaraan piagam lomba yang pernah diraih, jalur afirmasi, dan jalur Zonasi asal rumahnya dekat dengan sekolahnya 😅. 

Ada baik dan buruknya ketika UN dihapus, baiknya adalah siswa tidak tertekan (tidak stress) dengan adanya 1 standar saja yakni UN untuk bisa lulus sekolah tapi buruknya adalah ketika UN dihapus siswa tidak belajar dengan bersungguh sungguh sehingga kesannya menyepelekan. Normalnya memang jika kita ingin naik ke level yang lebih tinggi, seorang manusia tentu harus melewati Ujian. Bagi Pelajar Ujian itu bisa berupa Mid Semester, UAS, Ujian Sekolah, UN, Tugas Akhir, Skripsi dan lain lain sesuai jenjang pendidikan yang ditempuhnya. Apabila sudah melewati itu semua maka kelulusan dan gelar pun akan diraihnya sehingga layak dipertanggung jawabkan di masyarakat hasil kelulusan ujian yang telah dilaluinya untuk diaplikasikan di dalam dunia kerja dan kehidupan sebenarnya (sosial bermasyarakat).

Dalam Islam pun juga diterangkan bahwa : "Jika Alloh SWT mencintai seorang Hamba, maka ia akan Diuji" sesuai dengan hadist berikut ini :

إذا أحَبَّ اللهُ قومًا ابْتلاهُمْ

Jika Alloh mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji” (HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath, 3/302. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 285).

dan juga diterangkan hadist yang yang berbunyi :

أشد الناس بلاء الأنبياء, ثم الصالحون, ثم الأمثل فالأمثل

Manusia yang paling berat cobaannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian yang semisal mereka dan yang semisalnya” (HR. Ahmad, 3/78, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 995).

Jadi sudah jelas disini kita sebagai seorang manusia apalagi seorang Muslim harus siap dengan segala bentuk Ujian yang diberikan oleh Alloh SWT dalam kehidupan. Apabila datang banyak ujian dalam hidup ini maka berbaik sangkalah karena Antum termasuk orang yang dicintai oleh Allah dalam rangka mensucikannya, dan mengangkat derajatnya, sehingga mereka menjadi teladan bagi yang lainnya dan bisa bersabar.
Berat dan banyak nya Tugas atau Ujian ketika sekolah dan Kuliah menjadi tidak seberapa jika dibanding dengan Ujian Kehidupan. Jadi Ujian Sebenarnya adalah Ujian ketika Antum sudah lulus dari pendidikan yaitu Ujian Kehidupan. Sudah siapkah kita Semua ?
Semoga Alloh SWT memberikan kita Keimanan, Kekuatan, dan Keikhlasan serta Kesabaran untuk bisa menghadapi itu semua sehingga kita tidak berputus asa dan tetap sabar serta berusaha sehingga bisa menghadapi Ujian yang Sebenarnya ini yakni UJIAN KEHIDUPAN 💪😇!
 
Semoga bermanfaat, Terimakasih sudah mampir dan membaca serta jangan lupa klik like artikel ini, follow blog ini dan share artikelnya ya !🙏

Wassalammu'alikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Read more ...

Saturday, March 14, 2020

Kejadian Langka, Sekelompok Burung Lakukan 'Tawaf' di Kabah

Assalammu'alaikum Wr Wb,
SERAMBINEWS.COM - Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan sebuah pemandangan yang menarik dan jarang terjadi di Ka'bah, Mekkah.
Kejadian tersebut adalah sebuah momen dimana sekelompok burung berwarna putih terbang mengelilingi Kabah bak sedang tawaf. Sampai saat ini belum ada yang dapat menjelaskan dari mana asalnya segerombolan burung-burung putih yang mengelilingi Ka'bah tersebut.
Menurut berita yang beredar kejadian tersebut terjadi saat Kamis, 12 Maret 2020. Namun video tersebut baru ramai dan jadi perpinjangan publik usai salah satu admin instagram akun @emanchanneltv mengunggah video tersebut. 
Uniknya gerakan terbang dari segerombolan burung-burung tersebut terlihat sama seperti gerakan tawaf diarea Mataf. Burung-burung berwarna putih tersebut terbang dan memutari kabah sebanyak tujuh kali.Kemunculan sekelompok burung putih ini cukup membuat geger, sebab hal ini tak pernah terjadi selama Ka'bah dalam kondisi ditutup. 
Memang di sekitar Masjidil Haram cukup banyak burung. Tapi burung yang ada itu sebagian besar berjenis merpati.Namun dalam video tersebut sekelompok burung berwarna putih, sementara merpati di Mekkah memiliki warna bulu abu-abu yang cenderung hitam

Semoga obat virus corona ini segera ditemukan https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/13/082200065/iran-klaim-temukan-obat-virus-corona-mampu-turunkan-gejala-dalam-48-jam sehingga Ka'bah segera bisa dibuka kembali dalam waktu yang tidak begitu lama karena : seperti yang dikutip dalam tautan berita berikut ini :

MEKKAH.KABARDAERAH.COM Dalam hadis yang disahihkan Ibnu Hibban, Rasulullah bersabda, perbanyaklah tawaf sebelum Ka’bah diangkat dari muka bumi. Bangunan yang disebut Rumah Allah ini pernah dirobohkan dua kali. Jika dirobohkan lagi, maka rumah tersebut akan diangkat.
Hujjatul Islam Imam al-Gazali dalam Ihya Ulumuddin menuliskan pengalaman seorang wali yang mengalami penyingkapan spiritual (kasyf). Wali tersebut menjelaskan, meskipun matahari terbenam, tetap saja ada kerumunan orang bertawaf. Di antara mereka ada orang-orang khusus yang disebut abdal. Hingga tibanya fajar, tetap saja ada orang bertawaf. Pasti ada awtad atau orang dari kelompok khusus yang mencapai kasyf mengelilingi Ka’bah.
Jika tak ada yang bertawaf, itu pertanda Ka’bah akan diangkat dari muka bumi. Kalau itu yang terjadi maka manusia akan bangun pada suatu hari dengan tak lagi melihat bekas apa pun yang ditinggalkan Ka’bah. Hal itu akan terjadi apabila tak ada lagi yang tawaf selama tujuh tahun. Ketika itu Alquran akan diangkat dari mushafnya. Mereka yang membuka Kitab Suci tersebut hanya akan menemukan lembaran kosong. Tak ada satu huruf pun dalam lembaran Alquran.
Kitab yang dibawa Rasulullah itu akan terhapus dari hati setiap insan. Manusia akan kembali kepada syair, lagu, dan kisah jahiliyah. Dajjal kemudian muncul. Nabi Isa turun ke bumi untuk menghancurkannya. Setelah itu kiamat tiba tidak dalam waktu lama, seperti seorang perempuan hamil menunggu kelahiran anaknya.
Seorang sahabat Rasulullah mengatakan, Allah selalu melihat penghuni bumi. Yang pertama kali dilihat adalah penghuni Tanah Suci atau al-Haram, yaitu yang berada di Makkah, terutama mereka yang berada di Masjidil Haram. Barang siapa yang dilihat Allah sedang bertawaf maka orang tersebut mendapatkan ampunan. Jika Allah melihat manusia sedang shalat maka orang tersebut mendapatkan hal yang sama.
Al-Gazali menceritakan, tak ada kota lain yang istimewa seperti al-Haram. Di kota tersebut, orang yang baru berniat jahat saja sudah diancam dengan siksaan pedih dari Allah. Sebaliknya, mereka yang berniat baik, mendapatkan pahala berlimpah.
Seorang alim, Prof Mutawalli Sya’rawi, mengatakan, Makkah adalah kota dengan berbagai keutamaan. Muslim yang memahami kota tersebut sebagai tempat perjuangan Rasulullah berdakwah akan berdoa dengan tenang. Dalam bukunya Alhajj Almabrur dia mengatakan, mereka merenungkan betapa mulianya Rasulullah dan nabi sebelumnya mempertahankan agama Allah di sana.
Mereka tak hanya merasakan Makkah sebatas karya manusia, tapi juga tanah yang suci dari dosa dan perbuatan jahat, sehingga dianggap sebagai rumah Allah. Mereka berdoa dengan tulus, memohon ampunan Allah. Mereka merendahkan diri, bertaubat, merenungkan dosa yang telah diperbuat, hingga membuat air mata menetes. Kesombongan keluar berbarengan dengan air mata yang membasahi pipi.
Mutawalli mengatakan, selesai menangis, kemudian kembali ke kampung halaman, muslim yang baru saja mengunjungi Tanah Suci, akan kembali merindukan pengalamannya menangis di al-Haram. Pengalaman itu menjadi pengingat agar tak lagi melakukan dosa.
Wassalammu'alaikum Wr Wb.
Read more ...

Thursday, March 31, 2011

DOA MAU KERJA

Berikut adalah bacaan do'a ketika akan mengawali suatu pekerjaan misal ketika setiap paginya kita selalu disibukkan oleh rutinitas berangkat menuju tempat pekerjaan kita bagi yang sudah bekerja, bagi pelajar pun mungkin do'a ini bisa dibaca ketika memulai suatu proses pembelajaran disekolah yang merupakan penterjemahan dari pekerjaan menuntut ilmu. Silahkan anda simak dan hafalkan doa ini :

Read more ...
Designed Template By Blogger Templates - Redesigned By RIESKY FERDIAN