Assalammualaikum Gaess.
Apa kabarnya di bulan yang penuh berkah ini ? Ya Bulan suci Romadhon ! 😍 Semoga kalian dan kita semua senantiasa diberikan kekuatan dan keimanan dalam menjalankan puasa ya. Aamiin !
Saat ini, lini masa kita penuh dengan berita ketegangan antara Iran dan Israel + AS. Rudal, drone, hingga sistem pertahanan udara canggih jadi obrolan sehari-hari di warung kopi. Rasanya mencekam, ya? Seolah-olah dunia sudah di ambang perang besar (Perang Dunia 3).😰
Perang Melawan "Si Ego" yang Tak Pernah Tidur
Dalam sebuah riwayat, setelah pulang dari perang yang sangat melelahkan, Rasulullah SAW pernah berujar bahwa umatnya baru saja pulang dari jihad kecil menuju jihad yang lebih besar. Para sahabat kaget, "Perang apa lagi yang lebih besar dari angkat senjata di medan tempur?"
Jawabannya singkat tapi ngena: Jihad melawan hawa nafsu.
Kenapa dibilang lebih besar? Mari kita bedah santai:
Gak Ada Gencatan Senjata: Kalau perang antarnegara, ada saatnya tanda tangan dokumen damai. Kalau lawan nafsu? Dari melek mata sampai tidur lagi, serangan "rudal" malas dan "drone" ghibah datang terus.
Musuhnya "Invisible": Israel atau Iran punya koordinat geografis. Hawa nafsu? Dia sembunyi di balik keinginan kita untuk nambah porsi makan saat buka, atau keinginan pamer ibadah di Instagram.
Taruhannya Bukan Wilayah, Tapi Hati: Menang kalah di sini menentukan apakah kita jadi pribadi yang lebih tenang atau malah jadi "budak" keinginan sendiri.
Ramadhan: Camp Latihan Militer Rohani
Nah, mumpung sekarang bulan Ramadhan, anggap saja kita lagi masuk bootcamp atau kamp latihan militer. Puasa itu bukan sekadar menahan lapar dan haus (itu sih level dasar). Puasa itu latihan gencatan senjata dengan keinginan-keinginan rendah kita.
Latihan Disiplin: Biasanya jam 2 siang ngopi, sekarang harus nunggu bedug. Itu latihan self-control.
Latihan Intelijen: Kita jadi lebih waspada sama "bisikan" buat marah-marah saat macet menjelang buka.
Latihan Logistik: Belajar berbagi lewat sedekah, biar harta kita nggak cuma numpuk buat ego sendiri.
Jadi, Siapa Pemenangnya?
Pemenang perang ini bukan mereka yang berhasil khatam Al-Qur'an 10 kali tapi tetap hobi mengghibah, mencela orang di kolom komentar dan perilaku buruk lainnya. Pemenangnya adalah mereka yang saat Idul Fitri nanti, berhasil "menjajah" sifat sombong, pelit, dan pemarahnya sendiri.
Jadi, sementara dunia sibuk memantau radar di Timur Tengah, yuk kita pantau "radar" di hati kita sendiri. Apakah hari ini kita menang lawan rasa malas, atau kita justru menyerah sebelum berperang?
Selamat berjuang di medan tempur diri sendiri !
Semoga bermanfaat buat kita semua.
Terimakasih sudah mampir dan membaca
Jangan lupa klik Like, Follow dan Share artikel Blog ini ya
Wassalammualaikum

No comments:
Post a Comment