Breaking News
Showing posts with label Education. Show all posts
Showing posts with label Education. Show all posts

Monday, May 18, 2026

Rebahannya Udahan Yuk ! Cara Tetap Keren dan Produktif di Masa Transisi Sekolah

Assalammu'alaikum para pembaca setia blog ini 

Halo Sobat Santuy! Selamat ya buat kalian yang baru aja lulus—baik yang baru lepas seragam putih-biru, putih-abu-abu, atau yang lagi nunggu babak baru masuk ke dunia perkuliahan. Akhirnya, bebas juga dari drama tugas menumpuk, ujian, dan jam pelajaran yang bikin kepala mau pecah!

Tapi, coba jujur deh. Gimana hari-hari kalian setelah pengumuman kelulusan dan berstatus "pengangguran banyak acara"?

Apakah siklusnya berubah jadi: begadang mabar sampai subuh - kebablasan gak sholat Subuh - bangun jam 12 siang - makan sambil rebahan - repeat?

Ilustrated by Chat GPT

Memang sih, menikmati waktu luang setelah capek belajar itu sah-sah aja. Tapi kalau kebablasan sampai berminggu-minggu, yang ada badan malah lemas, otak jadi tumpul, dan waktu kebuang sia-sia. Masa transisi atau masa tunggu sekolah baru ini ibarat pit stop di balapan F1. Gunanya buat isi bensin dan ganti ban biar makin kencang, bukan buat matiin mesin lalu ditinggal tidur!

Nah, biar masa transisi kamu gak zonk dan tetep berfaedah, yuk intip beberapa tips simpel yang seru, produktif, dan pastinya gampang banget buat kamu praktekkin !

1. Beresin Jam Biologis dan Jaga Ibadah

Ini dia jebakan paling sering di masa transisi: Siklus tidur yang kebalik. Begadang main game atau scrolling medsos sampai fajar sering bikin kamu kebablasan sholat Subuh dan bangun kesiangan.

ilustrated by Chat GPT
 Yuk, pelan-pelan balikin jam tidur normalmu. Ingat, disiplin bangun pagi itu adalah salah satu rahasia sukses. Mulai hari dengan ibadah tepat waktu, hirup udara segar, dan rasakan betapa panjang dan produktifnya harimu kalau dimulai lebih awal.

2. Upgrade Skill yang Gak Diajarin di Sekolah

Dunia di luar sana geraknya cepat banget, lho. Mumpung punya banyak waktu luang tanpa beban PR dari guru, ini waktu yang pas buat belajar hal baru yang kamu minati.

ilustrated by Gemini
 Asah Skill Digital: Coba ulik dasar-dasar design lewat Canva, belajar editing video, atau bahkan coding dasar untuk bikin game/web.

  • Belajar Bahasa Asing: Gak harus les mahal, pakai aplikasi gratisan atau nonton film tanpa subtitle juga bisa banget menambah kosakata kamu.

  • Ikut Kursus Online: Banyak platform gratis yang menyediakan sertifikat. Lumayan banget buat modal awal portofolio kamu ke depan.

3. Gerak Badan: Lawan Kaum Mageran!

Mentang-mentang gak ada jam olahraga di sekolah, bukan berarti kamu harus jadi "pajangan kasur" seharian. Kurang gerak justru bikin kamu gampang capek dan mager kronis.

ilustrated by Gemini
 Tips simpel: Luangkan waktu 15–30 menit sehari. Bisa sepedaan sore, jogging santai, workout modal video YouTube di kamar, atau sekadar bantuin orang tua bersih-bersih rumah. Selain badan jadi segar, mood kamu juga bakal naik!

4. Beresin Kamar dan "Decluttering"

Coba tengok meja belajar kamu sekarang. Masih penuh sama tumpukan buku pelajaran masa lalu? Yuk, mulai pilah-pilih. Buku-buku yang sudah gak terpakai tapi masih bagus bisa kamu sumbangkan ke adek kelas atau panti asuhan. atau menjualnya sebagai buku bekas. Lumayan kan buat tambahan uang jajan? Kamar yang rapi dan punya suasana baru dijamin bakal bikin pikiran kamu lebih segar dan siap menyambut masa depan di sekolah/kampus baru.

ilustrated by Chat GPT
 5. Bikin Project Seru-seruan bareng Teman

Main atau nongkrong sama teman tentu boleh banget buat mempererat silaturahmi. Tapi biar makin seru, coba arahkan nongkrongnya ke hal yang menghasilkan sesuatu. Misalnya, bikin podcast bareng, bikin konten kreatif yang bermanfaat di TikTok/Instagram, atau bahkan mulai bisnis kecil-kecilan (seperti jualan kaos, jastip, atau camilan). Selain dapet pengalaman, bisa nambah uang jajan juga, kan?

ilustrated by Gemini

Ingat: Masa depanmu ditentukan oleh apa yang kamu lakukan hari ini, bukan besok.

Rutinitas Ideal vs Rutinitas Mager

Coba bandingkan dua pilihan hidup di masa transisi ini:

AktivitasSi Mager (Zonasi Rebahan)Si Produktif (Zonasi Keren)

Bangun Pagi

Jam 11.00 - 12.00 Siang

Jam 05.00 - 06.00 Pagi

Kondisi Tubuh

Lemas, pusing, mageran

Segar, bugar, siap beraktivitas

Pencapaian Hari Itu

Rank game naik (tapi emosi)

Dapat sertifikat course gratis / bisa masak

Isi Dompet

Kering kerontang

Aman (hasil beres-beres/bisnis kecil)


Masa Depanmu Dimulai dari Sekarang!

Teman-teman, masa tunggu ini adalah jembatan. Kamu mau melewatinya dengan berjalan keren, atau sambil guling-guling malas? Pilihan ada di tanganmu.

Jangan sampai ketika hari pertama masuk sekolah atau kuliah tiba, kamu kaget dan culture shock karena otak dan fisikmu sudah terlanjur "hibernasi" terlalu lama. Jadikan masa transisi ini sebagai ajang untuk mencuri start menjadi versi dirimu yang lebih mandiri, keren, dan siap bersinar di tempat yang baru.

Enjoy your holiday, tapi tetap terkontrol, ya! Semangat !

Terimakasih sudah mampir membaca 🙏

Jangan lupa Follow, Like dan Share- nya 😇


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

 

Read more ...

Saturday, May 2, 2026

AMANAT UPACARA HARDIKNAS 2026 : "MEWUJUDKAN PENDIDIKAN INDONESIA YANG BERMUTU DUNIA AKHIRAT"


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, assalatu wassalamu ‘ala sayyidil Mursalin, wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in, amma ba’du:

Amanat Pembina Upacara Hardiknas

Segala puji bagi Allah yang telah menghadirkan kita, memberikan kesempatan kepada kita untuk melaksanakan kegiatan upacara dalam rangka Hari Pendidikan Nasional. Semoga pelaksanaan upacara kali ini senantiasa dalam naungan Ridha Allah Swt.
Peringatan hardiknas bukan hanya sekedar seremonial tahunan saja, namun merupakan momentum untuk meneguhkan dan meningkatkan dedikasi semangat untuk  memenuhi amanat konstitusi. Semoga Pendidikan yang ada di negeri kita tercinta ini menjadi maju dan bermutu.
Mutu Pendidikan dapat terjaga karena ada salah satu elemen Pendidikan, yakni pendidik, pada hakikatnya kita semua adalah pendidik, minimal bisa mendidik semua anggota tubuh kita agar menjadi manusia yang baik dunia akhirat.

Ilustrated By Chat GPT

Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kami sampaikan Kembali 3 macam guru, yaitu:
1.    Al-Ajir (Karyawan/Penerima Upah)
Yang berpenampilan santai, murid pintar atau bodoh, saleh atau nakal tidak masalah yang terpenting baginya gaji bulanan tetap cair, topik pembicaraannya di grup whatshap dan lainnya seputar gaji, tunjangan, THR, pengangkatan PPPK, tidak pernah membahas akhlak murid, mereka tidak layak menjadi guru lebih halal menjadi buruh pabrik, buruh pabrik lebih mulia dari pada buruh sekolah.
2.    Al-Mu’allim (Pengajar)
Indikatornya adalah: 1) focus tranfer ilmu, misinya membikin peserta didik berprestasi, 2) 0brolannya canggih: strategi pembelajaran, olimpiade, metode Baca Kitab dll.
Guru seperti ini wajib dihormati dan digaji layak, 1 huruf layag diberi gaji 1.000 dirham atau setara dengan kurang lebih Rp. 96.000.000, tetapi saying sekali mereka abai pada akhlak, cuek pada moral murid, bahkan tiktokan joget Bersama murid.
3.    Al-Murabbi (Pendidik)
Indikatornya adalah: 1) tidak hanya menginginkan muridnya pintar akan tetati orientasinya kesuksesan murid di dunia, bahkan meimikirkan keselamatan murid-muridnya di akhirat. 2) Mengajar sambil jadi teladan, bukan yang sering telatan. 3) Pakainnya rapi, syar’I, lisannya selalu basah dengan zikir, ibadahnya istiqomah. 4) Pikirannya dipenuhi bagaimana agar murid-muridnya tidak berbuat maksiat, selalu istiqamah menjadi ahli ta’at. 5) Setiap malam selalu bangun salat malam, paginya berpuasa Senin-kamis diniatkan untuk kesuksesan murid-muridnya.

Munif Chatib

    Inilah yang patut kita evaluasi diri , posisi kita yang mana, apakah al-ajir, al-mu’allim atau al-murabbi.
Dalam pandangan Al Marhum Bapak Munif Chatib pencetus MI (Multiple Intelligent Research) menyebutkan ada 4 Level Guru, yaitu:
1.    Medium Teacher, guru ytang baru sebatas pandai berbicara di hadapan murid-muridnya (datang – mengajar – pulang)
2.    Good Teacher, guru yang mampu menjelaskan secara detail  amateri ajar kepada muridnya. Bisa memahami kondisi muridnya.
3.    Excellent Teacher, guru yang mampu mendemonstrasikan materi-materi ajar untuk kebutuhan  sehari-hari.
4.    Great Teacher, guru yang menjadi inspirasi murid-muridnya.
Semoga kita minimal menjadi good teacher atau bahkan naik level menjadi excellent teacher, yang lebih membanggakan lagi kalua kita sampai level great teacher.

Demikian Amanah yang dapat kami sampaikan, semoga banyak membawa manfaat, dan mohon maaf atas semua keurangan dan kesalahan.

Upacara Hardiknas 2026

Itulah tadi amanat dari Bpk Sukardi, S.Pd saat upcara Hardiknas di Yayasan Assalamah ungaran. Semoga bermanfaat buat kita semua terutama para Pendidik. 

Upacara Hardiknas 2026
Terimakasih sudah mampir membaca 🙏

Jangan lupa Follow, Like dan Share- nya 😇


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.






Read more ...

Monday, April 20, 2026

Ada pahlawan wanita yang lebih hebat di Indonesia selain RA Kartini, siapa saja mereka ?

Assalammu'alaikum sahabat sahabatku semua, para pembaca yang sudi mampir di Blog ini. Ane doakan ente semua sehat wal afiat dan murah rezekinya ! Aamiin 😇

Baik langsung saja ane mulai ya artikel kali ini yang ane buat tanggal 20 April 2026.

Biasanya setiap tanggal 21 April, kita melihat pawai kebaya dan mendengar lagu "Ibu Kita Kartini" berkumandang di sekolah-sekolah. Namun, pernahkah terlintas di benakmu sebuah pertanyaan kritis: “Kenapa hanya Kartini? Bukankah Indonesia punya srikandi lain yang jauh lebih 'hebat' di medan perang?”

Created by Gemini
Ternyata jika ukuran kehebatan adalah mengangkat senjata, maka kita punya sederet nama yang mampu membuat nyali penjajah ciut. Namun, mari kita bedah lebih dalam mengapa sejarah menempatkan Kartini di posisi yang begitu istimewa, sembari mengenal para pahlawan wanita hebat lainnya yang tak kalah mengagumkan.

"Mengapa hanya Kartini? Kenapa bukan Cut Nyak Dhien yang memimpin perang di Aceh? Atau Malahayati yang memimpin armada laut? Kenapa mereka tidak punya hari peringatan nasional yang seheboh ini?"

Ini adalah pertanyaan yang cerdas dan patut kita renungkan bersama. Mari kita tengok sejenak para srikandi luar biasa yang mungkin selama ini "terlelap" di balik bayang-bayang nama besar Kartini.


Srikandi Luar Biasa di Luar Pingitan

Jika tolok ukur kepahlawanan adalah keberanian fisik dan aksi nyata di lapangan, Indonesia punya deretan nama yang mampu membuat nyali penjajah ciut:

  • Laksamana Malahayati (Aceh): Beliau adalah laksamana laut wanita pertama di dunia modern. Malahayati memimpin pasukan Inong Balee (pasukan janda pejuang) dan berhasil menewaskan Cornelis de Houtman dalam duel satu lawan satu di atas kapal. Ia adalah penguasa samudera yang disegani.

    https://upload.wikimedia.org/wikipedia

  • Cut Nyak Dhien (Aceh): Sosok yang tidak sudi menyerah meski matanya sudah buta dan tubuhnya renta. Baginya, menyerah pada kolonial adalah penghinaan terhadap iman dan tanah air.

    https://www.bentengsumbar.com

  • Dewi Sartika (Jawa Barat): Jika Kartini menulis tentang mimpi sekolah, Dewi Sartika adalah "sang eksekutor". Beliau mendirikan Sakola Istri (sekolah formal pertama untuk perempuan) dan membuktikan bahwa pendidikan bagi kaum wanita bisa diwujudkan secara nyata, bukan sekadar wacana.

    https://wiki.ambisius.com/

  • Rohana Kudus (Sumatera Barat): Wartawati pertama di Indonesia. Beliau berjuang lewat pena, mendirikan surat kabar Sunting Melayu, dan memperjuangkan nasib perempuan melalui literasi serta jurnalisme.

    https://id.wikipedia.org


Lalu, "Ada Apa" dengan Kartini?

Mungkin terasa tidak adil. Mengapa sosok yang "hanya" berdiam diri di dalam pingitan justru mendapatkan panggung paling besar? Jawabannya terletak pada kekuatan gagasan dan momentum sejarah.

1. Senjata Berupa Pena Kartini memang tidak mengangkat rencong atau pedang, namun ia mengangkat pena. Melalui surat-suratnya yang dibukukan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini melakukan diplomasi intelektual. Ia menunjukkan kepada dunia internasional (khususnya Belanda) bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang cerdas, beradab, dan layak merdeka.

2. Simbol Kebangkitan Nasional Presiden Soekarno menetapkan Hari Kartini melalui Keppres No. 108 Tahun 1964. Bung Karno melihat Kartini sebagai simbol transisi: dari perjuangan kedaerahan yang bersifat fisik, menuju perjuangan nasional yang bersifat modern dan intelektual. Kartini adalah "wajah" dari kebangkitan pemikiran Indonesia di mata dunia.

 


Mengapa Bukan Mereka yang Diperingati Setiap Tahun?

Sebenarnya, Malahayati, Cut Nyak Dhien, Rohana Kudus, dan Dewi Sartika juga merupakan Pahlawan Nasional. Namun, penetapan hari kelahiran Kartini sebagai hari nasional adalah keputusan politik-sejarah untuk menghormati titik awal kesadaran pendidikan bagi perempuan secara luas.

TokohBentuk PerjuanganDampak Utama
MalahayatiMiliter/NavalMenjaga martabat dan kedaulatan laut Nusantara.
Cut Nyak DhienPerlawanan FisikSimbol kegigihan tanpa batas melawan penindasan.
KartiniLiterasi & GagasanMengubah pola pikir kolonial terhadap rakyat pribumi.
Dewi SartikaAksi InstitusionalPelopor sekolah formal bagi perempuan di Indonesia.
Rohana KudusMedia & JurnalismeMemperjuangkan hak perempuan lewat suara publik.

Read more ...

Friday, April 17, 2026

Cinta Monyet: Lucu, Gemesin, atau Malah Bikin Pusing? 🐒❤️

Assalammu'alaikum sobat semua ?

Semoga senantiasa baik baik saja dan sehat selalu ya !

Aamiin 

Kata orang Jatuh Cinta itu anugrah Tuhan yang paling indah ? Apa benar begitu ?😄 Bagaimana jika datangnya itu saat usia masih belia alias ente masih sangat muda ? ya saat masih duduk dibangku sekolah SMP , SMA bahkan ada yang masih SD ?!? OMG, Wow ...😂

Ya itulah yang dikatakan Cinta Monyet. Eits, jangan tersinggung dulu, ini bukan berarti kamu jadi mirip monyet, ya! Yuk, kita bahas tuntas fenomena yang sering bikin dunia remaja jadi warna-warni ini.

Made by Chat GPT


Apa Sih Sebenarnya Cinta Monyet Itu?

Istilah kerennya adalah Puppy Love. Ini adalah perasaan suka atau kagum yang menggebu-gebu kepada seseorang. Kenapa dibilang nggak masuk logika? Karena kadang kita suka sama seseorang tanpa alasan yang jelas. Cuma gara-gara dia jago main basket atau cara dia benerin rambut, dunia serasa milik berdua !

Kadang yang cewek Cuantik yang cowok Tidak Tampan kok ya mau ? Atau sebaliknya atau yang lain sebagainya...., Ya yang namanya juga sedang dimabuk cinta kadang tak ada logika , apalagi mereka masih muda belum mikir suka dukanya kehidupan , bener tidak ? 😅

Tapi perlu diingat, Cinta Monyet biasanya didominasi oleh emosi sesaat dan penasaran. Perasaan ini wajar banget muncul saat kamu puber karena hormon di tubuhmu lagi aktif-aktifnya.

Siapa Saja yang Bisa Mengalaminya?

Jawabannya: Hampir semua orang!

  • Anak SD: Mulai dari malu-malu kucing kalau diledekin temen.

  • Anak SMP: Mulai berani kirim-kirim pesan atau stalking akun medsos.

  • Anak SMA: Sudah mulai merasa "serius", padahal perjalanannya masih panjang banget.

Jadi, kalau kamu ngerasa kayak gini, kamu nggak aneh kok. Kamu cuma lagi tumbuh dewasa!


Cara Mengendalikan Perasaan (Biar Nggak Kebablasan!)

Jatuh cinta itu hak kamu, tapi jangan sampai perasaan ini bikin hidupmu berantakan. Biar tetep keren dan berprestasi, coba tips ini:

  1. Ingat Prioritas: Tugas utama kamu sekarang adalah belajar dan mengeksplorasi bakat. Jangan sampai waktu belajar habis cuma buat mikirin dia.

  2. Batasi Curhat di Medsos: Jangan dikit-dikit bikin status galau. Simpan privasimu, biar nggak jadi bahan omongan orang lain.

  3. Cari Kegiatan Positif: Salurkan energi "gegana" (gelisah, galau, merana) kamu ke basket, musik, menggambar, atau ikut organisasi. Siapa tahu kamu malah jadi makin berprestasi dan si dia makin kagum!

  4. Terbuka sama Orang Tua/Kakak: Meskipun malu, mereka pernah muda juga lho. Masukan dari mereka biasanya lebih masuk akal dibanding saran temen sebaya yang sama-sama lagi bingung.


Dilema: Sekolah & Agama Melarang, Terus Harus Gimana?

Ini nih pertanyaan sejuta umat: "Lanjut atau Putus?"

Dunia sekolah punya aturan, dan agama pun memberikan batasan yang jelas demi kebaikan kita sendiri. Pacaran di usia sekolah seringkali lebih banyak drama dan "risiko" daripada manfaatnya.

Solusi Terbaik: Jadikan Motivasi, Bukan Ikatan.

Kalau kamu merasa "putus" itu terlalu berat, coba ubah statusnya. Nggak perlu ada ikatan "pacaran" yang mengikat dan melanggar aturan.

  • Jadikan dia penyemangat: "Aku harus belajar rajin biar bisa masuk kampus yang sama kaya dia."

  • Berteman baik: Kamu tetap bisa diskusi pelajaran atau hobi tanpa harus melanggar norma agama dan sekolah.

Kesimpulannya: Cinta monyet itu fase yang indah buat dikenang nanti pas kamu sudah sukses. Jangan dirusak dengan keputusan yang bikin masa depanmu terhambat. Fokus ke masa depan, upgrade dirimu, dan biarkan cinta yang sesungguhnya datang di waktu yang tepat!

Semangat, ya! Masa mudamu terlalu berharga untuk sekadar galau seharian! 🌟


Semoga bermanfaat !

Terimakasih sudah mampir membaca 🙏

Jangan lupa klik like, folllow dan share nya supaya mendapatkan pahala 😇

Wassalammu'alaikum  

Read more ...

Wednesday, March 11, 2026

Pilih Sekolah Negeri atau Swasta, Memang Pengaruh ?

Assalammualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Salam semangat dan sehat selalu ya dalam menjalani aktivitas sehari hari.😀 Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan keberkahan dalam hidup kita ! Aamiin 😇

Bulan Mei sampai Juni nanti akan marak Pendaftaran Siswa Baru (SPMB). Yang jadi topik pembicaraan disini adalah sekolah negeri yang selalu banyak dicari oleh calon siswa baru pada umumnya, kenapa ? Ya karena sekolah negeri masih dianggap lebih bergengsi jika dibanding dengan swasta serta harga yang lebih murah bahkan gratis jika dibanding dengan sekolah swasta, namun ingat tak semua kelebihan itu membuat sekolah negeri lebih unggul jika dibanding sekolah swasta. Di Artikel yang Ane dapatkan dari website lain disini https://www.generali.co.id/id/healthyliving/healthy-wealth/pilih-mana-sekolah-swasta-atau-sekolah-negeri terpampang jelas plus minus sekolah negeri dan swasta sehingga mungkin bisa membuka wawasan siswa dan orang tuanya dalam memilih sekolahan yang tepat buat putra putri kesayangannya nanti.

Gambar Hanya Ilustrasi

Pada dasarnya negeri dan swasta itu sama yang beda hanya status saja. Kalau negeri jelas itu sekolahan yang dibangun dan didanai oleh pemerintah serta guru gurunya adalah PNS dan P3K. Sedangkan sekolah swasta adalah sekolahan mandiri yang dibangun oleh Yayasan dimana modal awal pembangunan dari  pemilik sekolahan dan untuk operasional bulanan berasal dari SPP dan lain lain yang dibayarkan oleh orang tua siswa. Yang SAMA disini adalah siswa nya itu sendiri, dimanapun sekolahnya mau negeri atau swasta kalau SISWA nya baik insyaalloh hasilnya pun memuaskan, tapi jika SISWA nya tidak baik meskipun dia sekolah di negeri yang unggulan pun maka hasilnya tidak sesuai harapan. Masih ingat film Laskar Pelangi ? Film kisah nyata yang diambil dari Novel karya Andrea Hirata yang mengisahkan sebuah sekolah SD swasta di daerah terpencil di Bangka Belitung dimana ke 10 siswanya penuh semangat menuntut ilmu di tengah keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki. Namun mereka tak kenal menyerah dalam belajar sehingga para tokoh yang ada di cerita tersebut akhirnya bisa juga menjadi orang yang sukses.

Source from : https://www.indonesia.travel/id
 

Tentu kalau kita bicara realita sekarang hampir jarang sekolahan dengan kondisi memprihatinkan seperti di film Laskar Pelangi itu meskipun kalau di pedalaman negeri ini mungkin masih ada. Namun yang kita ambil hikmah disini adalah best process nya. Sekolah unggulan biasanya sudah memiliki best input alias siswa siswi nya pintar pintar semua. Namun perlu diingat sekarang adanya zonasi membuat sekolahan unggulan tidak seperti dulu lagi, sekarang input yamg mereka terima pun merata kualitasnya sama seperti sekolahan swasta pula. 

Read more ...

Monday, February 9, 2026

"Nggak Ada Buku, Nyawa Melayang": Sebuah Tamparan Keras Buat Kita yang Suka Malas Sekolah

Assalammu'alaikum.....

Teman teman pembaca blog yang setia, selamat datang bulan kedua di tahun 2026 !

Pernah nggak sih, kamu merasa bad mood parah cuma gara-gara kuota habis, Wi-Fi lemot, atau mama lupa beliin boba pesananmu? Kita sering banget merasa dunia mau kiamat hanya karena keinginan kecil kita nggak terpenuhi. Tapi, coba deh kita tarik napas sebentar dan dengar cerita pilu dari timur Indonesia ini.

ilustrasi by Chat GPT

Tragedi di Pohon Cengkeh

Baru-baru ini, tepatnya tanggal 29 Januari 2026, sebuah berita duka datang dari Ngada, NTT. Seorang anak kelas 4 SD berinisial YBR yang hidupnya tinggal bersama neneknya di gubuk reot ditemukan mengakhiri hidupnya di sebuah pohon Cengkeh.

Alasannya? Bukan karena depresi putus cinta atau tekanan cyberbullying yang rumit. Dia pergi selamanya hanya karena sang Ibu sering menasihatinya, dan nggak mampu membelikannya buku tulis dan bolpoin seharga Rp10.000.

Bayangkan, sepuluh ribu rupiah. Bagi kita, uang segitu mungkin cuma harga parkir dua kali atau harga camilan sekali lewat. Tapi bagi YBR, angka itu adalah tembok besar yang menghalangi mimpinya untuk sekolah, sampai-sampai dia merasa dunianya sudah habis di sana.


Cermin Buat Kita: Masih Mau Ngeluh?

Jujur saja, cerita ini rasanya seperti tamparan keras di pipi kita semua. Coba kita bandingkan dengan kondisi kita sekarang:

  • Fasilitas Lengkap: HP Iphone atau Android gadget terbaru, laptop ada, tas sepatu bermerek punya.

  • Akses Mudah: Buku tinggal beli, alat tulis numpuk di laci sampai sering hilang karena nggak dianggap berharga.

  • Dukungan Finansial: Orang tua banting tulang supaya kita bisa duduk manis di kelas sekolah elit yang mahal tanpa perlu mikir besok makan apa atau bisa beli bolpoin apa nggak.

Tapi pertanyaannya: Bagaimana sikap kita? Seringkali, kita yang punya segalanya malah sekolah setengah hati. Masuk kelas telat, tugas dikerjain pakai copy-paste, atau malah asyik main game saat guru lagi jelasin di depan. Kita punya "senjata" lengkap untuk perang meraih masa depan, tapi kita malah milih buat tidur di barak.

Belajar Bersyukur Lewat Aksi

Bersyukur itu bukan cuma sekadar bilang "Alhamdulillah" atau "Puji Tuhan". Bersyukur yang paling nyata bagi seorang pelajar adalah dengan mematuhi orang tua dan membahagiakannya untuk saat ini yaitu dengan belajar bersungguh sungguh agar meraih prestasi tinggi.

"Jangan menunggu kehilangan dulu baru menyadari betapa berharganya apa yang kita miliki sekarang."

YBR di NTT sana sebenarnya sangat ingin sekolah, dia sangat ingin menulis, tapi dia terhenti oleh kemiskinan yang mencekik. Kita yang punya kesempatan emas ini, jangan sampai menyia-nyiakannya.


Yuk, mulai besok:

  1. Hargai alat tulismu: Jangan dibuang-buang atau dibiarin hilang gitu aja.

  2. Hargai usahamu: Ingat, ada orang yang ingin di posisimu tapi nggak bisa.

  3. Hargai orang tuamu: Setiap rupiah yang mereka keluarkan adalah keringat yang berharap kamu jadi orang sukses.

Masa depan kita adalah bentuk tanggung jawab atas segala kemudahan yang sudah kita terima hari ini. Jadi, masih mau malas-malasan?


SEBUAH IRONI

Katanya Indonesia rakyatnya adalah yang paling bahagia di muka bumi ini, Sumber Daya Alam melimpah, tapi kok ada anak sampai bunuh diri hanya karena tidak mampu membeli Buku dan Bolpoin seharga 10.000....????

https://www.dw.com/id/indonesia-paling-bahagia/a-75726378

Gimana menurutmu? Apa hal kecil yang paling sering kamu keluhkan padahal sebenarnya itu adalah kemewahan bagi orang lain? 

 

Semoga Bermanfaat ,

Terimakasih sudah mampir, jangan lupa klik like dan folllow nya !

Wassalammu'alaikum 

Read more ...

Tuesday, January 27, 2026

Habis TKA SMA/K, terbitlah TKA SD dan SMP : MANTAB !!!

Assalammualaikum sobat semua, eh berjumpa lagi 😄gpp khan ya? mumpung lagi semangat nulis daripada Gabut 😅

Baiklah langsung saja pada inti masalah ya yakni TKA. Yang dulu namanya EBTANAS, UN, terus UNBK, AKM / ANBK eh kalau ini beda levelnya ya 😆 dan sekarang TKA atau Tes Kemampuan Akademik.

Ilustrasi By Chat GPT

Sebelum ke TKA SMP ane cerita dulu TKA tingkat SMA/SMK. Untuk SMA dan SMK , TKA ini sudah selseai diselenggrakan yakni pada bulan November 2025 kemarin dan pengumuman hasilnya di bulan Januari 2026 ini. Yang mengejutkan adalah rata rata nilai TKA SMA dan SMK ternyata jauh dari harapan nilai yang ideal atau bagus untuk seluruh Indonesia. Seperti yang dilansir oleh situs Antara berikut menyebutkan bahwa :

Untuk lebih lengkapnya, berikut daftar nilai rata-rata TKA 2025 di setiap mata pelajaran untuk tingkat SMA, yang disusun berdasarkan urutan nilainya:

  • Geografi: 70.63
  • Antropologi: 70.47
  • Bahasa Indonesia Lanjut: 69.69
  • Bahasa Arab: 65.99
  • Bahasa Mandarin: 65.09
  • Sejarah: 63.48
  • PPKn: 62.31
  • Sosiologi: 60.64
  • Bahasa Indonesia: 57.03
  • Bahasa Jepang: 56.89
  • Biologi: 54.76
  • Projek Kreatif dan Kewirausahaan: 52.82
  • Bahasa Prancis: 47.02
  • Bahasa Inggris Lanjut: 46.77
  • Matematika Lanjut: 40.13
  • Fisika: 38.25
  • Bahasa Jerman: 37.19
  • Matematika: 37.03
  • Kimia: 35.01
  • Ekonomi: 32.24
  • Bahasa Korea: 30.50
  • Bahasa Inggris: 26.33

Bila dilihat dari hasil diatas maka rata rata nilainya tidak ada yang sampai 75 bahkan lebih. Kok bisa ??? Padahal KKM raport sewaktu mereka sekolah adalah minimal 80 atau 85 bahkan harus lebih tinggi supaya bisa bersaing keterima sekolahan Negeri 😂 You know lah sistem pendidikan kita seperti apa dan nanti akan melahirkan generasi kayak gimana ? 😱

Tapi tenang ane disini ga akan membahas panjang lebar tentang TKA SMA / SMK  yang jeblok hasilnya. Tapi lebih fokus ke TKA SMP. kalau dalam istilah bahasa Inggris ada materi WH Questionwhat, who, why, when, where dan how.

What it is TKA ? : TKA mirip UN jaman dulu namun hanya 2 mapel dan bukan syarat kelulusan meskipun nilai TKA ini bisa untuk prasayarat masuk sekolah negeri lewat jalur prestasi nilai TKA. Dengan adanya TKA maka prediksi ane jalur zonasi yang penuh kerancuan dan kecurangan itu akan dihilangkan karena SPMB tahun 2026 ini ada 3 jalur seperti yang tertera pada gambar ini

Fungsi TKA 
 Who are the students who participated in TKA? : Siapa saja yang ikut TKA ? siswa kelas 6 SD dan 9 SMP (siswa tingkat akhir sekolah dasar dan  menengah pertama) yang bersedia ikut TKA. Karena TKA ini tidak wajib maka nanti yang mau ikut saja yang di daftarkan sekolah untuk ikut TKA, tapi bagi yang ga mau ikut ya .... resikonya tak bisa masuk Negeri. But...Don't worry bisa langsung sekolah di swasta saja toh Sekolah swasta juga ga kalah bagus dari Negeri, fasilitas juga komplit, gurunya ramah, hanya saja kalau swasta pasti berbayar dan ada yang mahal jika sekolahnya itu favorit😁

SD Muhamadiyah Sapen Jogja inden luar biasa

Why TKA ? TKA ini untuk mengukur kemampuan siswa sejauh mana menguasai pelajaran meski hanya fokus pada 2 mapel saja yakni literasi (bahasa indonesia) dan numerasi (matematika) tapi diharapkan oleh Pak Menteri bisa membawa dampak perubahan kepada murid bahwa untuk bisa lulus diperlukan suatu ujian agar bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi misal SD ke SMP, SMP ke SMA, SMK ke perguruan tinggi. Juga sebagai bahan evaluasi pendidikan nasional apakah kurikulumnya selama ini sudah bagus atau masih kurang.

When TKA is held ? Menurut gambar berikut TKA akan diadakan ba'da Lebaran atau bulan April 2026. Sedangkan pendaftarannya sudah di buka mulai Januari sampai Februari 2026.

Tanggal TKA
Where is TKA held ? Dimana TKA diadakan ? Mirip ANBK maka TKA ini berbasis CBT (Computer Based Test) atau online menggunakan komputer dengan tampilan software mirip ANBK, maka tentu saja penegerjaannya di lab komputer pada masing masing tingkat satuan pendidikan. jika tidak punya lab komputer dan akses internet maka bisa menumpang di sekolahan lain yang terdekat dengan fasilitas yang memadai

Dan terakhir adalah HOW TKA is held  ? Bagaimana TKA di adakan ? Jadi TKA ini akan berlangsung selama 2 hari dalam 4 sesi dengan waktu per sesi nya 105 menit. yang terdiri atas : 

Hari Pertama
Latihan: 10 menit
Matematika dan Numerasi: 30 soal dikerjakan dalam waktu 75 menit.
Survei karakter: 20 menit

Hari Kedua
Latihan: 10 menit
Bahasa Indonesia dan literasi: 30 soal dikerjakan dalam waktu 75 menit.
Survei sulingjar: 20 menit

Jadwal TKA per Sesinya

Untuk WITA (Waktu Indonesia Tengah) : 4 sesi mulainya pkl 08.00 selesai pkl 16.30 dan WIT (Waktu Indonesia Timur) 3 sesi saja mulai pkl 09.000 selesai pkl 15.15. 

Lalu muncul pertanyaan : Kenapa kok tidak sama atau berbarengan dan jadwal TKA kok panjang dari tanggal 6 -16 April 2026 padahal waktu TKA cuma 2 hari saja ? Selain waktu wilayah yang berbeda, juga karena server soal online TKA itu agar tidak overload dan tidak loading lama bahkan error maka harus di bagi bagi harinya tersebut.

Lalu apa pengaruhnya nilai TKA buat sekolahan ? TKA ini untuk siswa bukan seperi ANBK kelas 8 yang buat rapor pendidikan sekolah. Dijelaskkan bahwa pada dasarnya, hasil TKA tidak secara langsung memengaruhi rapor ataupun akreditasi sekolah. Namun, data dari TKA akan menjadi bahan refleksi penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pendidikan. TKA berperan sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan, bukan sebagai penentu nilai akhir rapor siswa

Demikianlah sekilas penjelasan dari ane tentang TKA kali ini. Harapannya agar persiapan tingkat SD dan SMP lebih matang sehingga nilainya bisa lebih bagus 💪🤲🏼 daripada tingkat SMA / SMK yang hanya 3 bulan saja dari Juli ke Oktober, November sudah TKA yang mengakibatkan nilainya jeblok karena seolah seolah siswa siswi Konoha 🙈 (eh maaf) Indonesia ini jadi kelinci percobaan kurikulum baru setiap berganti menteri pendidikannya. 

Semoga bermanfaat dan siapkan diri kalian wahai anak SD dan SMP ! 

Sudahi santai santai dan bermain game kalian !

Kelas 9 Sudah bukan waktunya untuk nakal lagi ! 

Terimakasih sudah mampir membaca, jangan lupa untuk klik tombol LIKE, FOLLOW dan SHARE nya !

Wassalammu'alaikum 

 

Read more ...

Saturday, January 24, 2026

Hormati Gurumu, Sayangi Teman !

Assalammualaikum Gaess , apa kabarnya kalian semua ? Semoga sehat selalu dan tetap semangat ya ! Aamiin 

Di awal tahun 2026 ini ane akan muat artikel yang menurut ane itu hal yang memprihatinkan, sudah gila serta kebablasan ! 😓  

Ilustrasi by Chat GPT
 PERGI BELAJAR

ciptaan : Ibu Sud 

"Oh, ibu dan ayah selamat pagi

Ku pergi belajar sampaikan nanti

Selamat belajar nak penuh semangat

Rajinlah s'lalu tentu kau dapat

Hormati gurumu, sayangi teman

Itulah tandanya kau murid budiman !"

TANJUNG JABUNG TIMUR – Dunia pendidikan kembali berduka akibat hilangnya nilai-nilai kesantunan. Penggalan lirik lagu jadul sederhana namun penuh makna diatas menyebutkan "Hormati Gurumu, Sayangi Teman" tampaknya mulai luntur dan berganti menjadi solidaritas sempit yang keliru. Pada Selasa (13/1/2026), sebuah insiden kekerasan terjadi di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, di mana sejumlah murid nekat menyerang gurunya sendiri.

Kronologi Kejadian

Berikut adalah rincian kronologinya:


1. Kronologi Versi Guru (Agus Saputra)

Dari sudut pandang guru, tindakan yang dilakukan adalah murni upaya pendisiplinan terhadap perilaku siswa yang dianggap tidak sopan.

  • Pemicu Awal: Pada hari Senin (12/1), Guru Agus menegur seorang siswa yang menutup pintu kelas dengan keras saat jam pelajaran berlangsung. Guru menganggap tindakan tersebut merupakan bentuk ketidaksopanan terhadap pendidik.

  • Puncak Ketegangan: Pada Selasa (13/1), sang guru kembali bertemu dengan siswa tersebut untuk menindaklanjuti teguran kemarin. Namun, siswa tersebut dianggap menunjukkan sikap menantang dan tidak terima ditegur.

  • Terjadinya Penyerangan: Menurut versi guru, saat ia mencoba membawa masalah ini ke ruang pimpinan/kantor untuk dimediasi, ia justru dikerumuni oleh rekan-rekan siswa tersebut. Di sanalah terjadi aksi pengeroyokan yang menyebabkan sang guru mengalami luka lebam dan trauma. Ia menegaskan tidak ada niat menganiaya, melainkan hanya ingin mendisiplinkan.

2. Kronologi Versi Siswa (dan Kuasa Hukum)

Dari sisi siswa, tindakan mereka diklaim sebagai respons spontan atau "pembelaan diri" atas perlakuan kasar yang mereka terima terlebih dahulu.

  • Dugaan Kekerasan Fisik: Siswa mengklaim bahwa pada saat kejadian di hari Selasa, guru tersebut merespons ketidaksukaan mereka dengan tindakan fisik yang berlebihan. Muncul tuduhan bahwa guru melakukan penamparan atau kekerasan fisik lainnya saat adu mulut terjadi di dalam kelas.

  • Solidaritas Teman: Melihat rekannya mendapat perlakuan fisik, siswa-siswa lain yang berada di lokasi merasa tidak terima. Hal inilah yang memicu aksi solidaritas yang salah sasaran, di mana mereka secara bersama-sama menyerang balik sang guru.

  • Pembelaan: Pihak siswa merasa bahwa mereka adalah korban kekerasan anak di bawah umur, sehingga mereka juga melayangkan laporan balik ke Polda Jambi dengan dasar perlindungan anak.

  

Dampak dan Tindak Lanjut

Kasus ini kini telah memasuki ranah hukum dengan perkembangan sebagai berikut:

  • Saling Lapor ke Polda Jambi: Guru Agus Saputra resmi melaporkan kasus pengeroyokan pada 15 Januari 2026 karena mengalami luka lebam dan trauma psikis. Sebaliknya, pada 19 Januari 2026, pihak siswa (didampingi kuasa hukum) melaporkan balik sang guru atas dugaan kekerasan terhadap anak.
  • Sanksi Administratif: Dinas Pendidikan Provinsi Jambi telah menonaktifkan sementara guru yang bersangkutan dari kegiatan mengajar untuk pemulihan trauma dan kelancaran proses pemeriksaan oleh bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
  • Respon Kemendikdasmen: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, memberikan perhatian khusus pada kasus ini dan mendorong perlindungan hukum bagi guru, sembari meminta sekolah mengevaluasi budaya keamanan dan kenyamanan belajar.
  • Mediasi: Meskipun sempat dilakukan mediasi oleh pihak sekolah dan kepolisian, proses perdamaian (Restorative Justice) belum mencapai titik temu, sehingga kasus terus bergulir di Kepolisian Daerah Jambi. 

Pergeseran Etika Remaja

Fenomena ini memicu keprihatinan mendalam di kalangan pendidik dan orang tua. Ada indikasi pergeseran pola pikir di kalangan remaja saat ini:

  • Dulu: Murid menjunjung tinggi rasa hormat kepada pengajar sebagai orang tua kedua.
  • Sekarang: Adanya kecenderungan "dukung teman meski salah," bahkan jika harus melakukan tindakan anarkis terhadap guru.

Renungan: Memaknai Kembali Marwah Guru dan Adab Murid

Tragedi di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur ini menjadi cermin retak bagi dunia pendidikan kita. Dulu, teguran guru dianggap sebagai "obat" untuk mendisiplinkan karakter, namun kini sering kali dianggap sebagai "serangan" terhadap harga diri.

Ketika solidaritas pertemanan melampaui rasa hormat kepada pendidik, ada yang salah dengan fondasi moral generasi kita. Kita perlu merenung: apakah kita sedang membesarkan generasi yang cerdas secara akademik namun rapuh secara mental dan miskin adab? Guru bukanlah musuh, mereka adalah orang tua kedua yang tugasnya bukan sekadar mengajar materi, tapi membentuk manusia.

Solusi: Langkah Nyata Mencegah Terulangnya Kekerasan

Agar kejadian serupa tidak kembali mencoreng dunia pendidikan, diperlukan kolaborasi konkret dari berbagai pihak:

  1. Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Adab: Sekolah tidak boleh hanya fokus pada nilai di atas kertas. Kurikulum harus memberikan porsi lebih besar pada penanaman adab (etika) sebelum ilmu, sehingga murid paham cara merespons teguran dengan bijak.

  2. SOP Perlindungan Guru dan Siswa yang Jelas: Perlu adanya standar operasional yang tegas di setiap sekolah saat menangani konflik. Guru harus dibekali cara mendisiplinkan siswa tanpa kekerasan fisik, dan siswa harus memiliki saluran pengaduan yang resmi jika merasa diperlakukan tidak adil, bukan dengan main hakim sendiri.

  3. Keterlibatan Aktif Orang Tua: Pendidikan karakter dimulai dari rumah. Orang tua harus berhenti bersikap defensif berlebihan terhadap anak dan mulai membangun komunikasi rutin dengan sekolah untuk memantau perkembangan perilaku anak.

  4. Program Mediasi dan Konseling: Sekolah perlu mengaktifkan peran guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai mediator yang netral sebelum konflik kecil membesar menjadi tindakan kriminal.

  5. Penegakan Hukum yang Berkeadilan: Kasus ini harus diselesaikan secara hukum dengan tetap mempertimbangkan aspek edukatif, agar memberikan efek jera tanpa menghilangkan masa depan siswa, namun tetap menjunjung tinggi martabat guru sebagai pilar pendidikan.


Semoga narasi ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk kembali menghidupkan budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.

Ingat ADAB LEBIH TINGGI DARIPADA ILMU !


 Janga lupa klik LIKE, dan FOLLOW nya ya

Terimakasih 

Wassalammu'alaikum  



Read more ...
Designed Template By Blogger Templates - Redesigned By RIESKY FERDIAN