Breaking News

Saturday, May 2, 2026

AMANAT UPACARA HARDIKNAS 2026 : "MEWUJUDKAN PENDIDIKAN INDONESIA YANG BERMUTU DUNIA AKHIRAT"


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, assalatu wassalamu ‘ala sayyidil Mursalin, wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in, amma ba’du:

Amanat Pembina Upacara Hardiknas

Segala puji bagi Allah yang telah menghadirkan kita, memberikan kesempatan kepada kita untuk melaksanakan kegiatan upacara dalam rangka Hari Pendidikan Nasional. Semoga pelaksanaan upacara kali ini senantiasa dalam naungan Ridha Allah Swt.
Peringatan hardiknas bukan hanya sekedar seremonial tahunan saja, namun merupakan momentum untuk meneguhkan dan meningkatkan dedikasi semangat untuk  memenuhi amanat konstitusi. Semoga Pendidikan yang ada di negeri kita tercinta ini menjadi maju dan bermutu.
Mutu Pendidikan dapat terjaga karena ada salah satu elemen Pendidikan, yakni pendidik, pada hakikatnya kita semua adalah pendidik, minimal bisa mendidik semua anggota tubuh kita agar menjadi manusia yang baik dunia akhirat.

Ilustrated By Chat GPT

Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kami sampaikan Kembali 3 macam guru, yaitu:
1.    Al-Ajir (Karyawan/Penerima Upah)
Yang berpenampilan santai, murid pintar atau bodoh, saleh atau nakal tidak masalah yang terpenting baginya gaji bulanan tetap cair, topik pembicaraannya di grup whatshap dan lainnya seputar gaji, tunjangan, THR, pengangkatan PPPK, tidak pernah membahas akhlak murid, mereka tidak layak menjadi guru lebih halal menjadi buruh pabrik, buruh pabrik lebih mulia dari pada buruh sekolah.
2.    Al-Mu’allim (Pengajar)
Indikatornya adalah: 1) focus tranfer ilmu, misinya membikin peserta didik berprestasi, 2) 0brolannya canggih: strategi pembelajaran, olimpiade, metode Baca Kitab dll.
Guru seperti ini wajib dihormati dan digaji layak, 1 huruf layag diberi gaji 1.000 dirham atau setara dengan kurang lebih Rp. 96.000.000, tetapi saying sekali mereka abai pada akhlak, cuek pada moral murid, bahkan tiktokan joget Bersama murid.
3.    Al-Murabbi (Pendidik)
Indikatornya adalah: 1) tidak hanya menginginkan muridnya pintar akan tetati orientasinya kesuksesan murid di dunia, bahkan meimikirkan keselamatan murid-muridnya di akhirat. 2) Mengajar sambil jadi teladan, bukan yang sering telatan. 3) Pakainnya rapi, syar’I, lisannya selalu basah dengan zikir, ibadahnya istiqomah. 4) Pikirannya dipenuhi bagaimana agar murid-muridnya tidak berbuat maksiat, selalu istiqamah menjadi ahli ta’at. 5) Setiap malam selalu bangun salat malam, paginya berpuasa Senin-kamis diniatkan untuk kesuksesan murid-muridnya.

Munif Chatib

    Inilah yang patut kita evaluasi diri , posisi kita yang mana, apakah al-ajir, al-mu’allim atau al-murabbi.
Dalam pandangan Al Marhum Bapak Munif Chatib pencetus MI (Multiple Intelligent Research) menyebutkan ada 4 Level Guru, yaitu:
1.    Medium Teacher, guru ytang baru sebatas pandai berbicara di hadapan murid-muridnya (datang – mengajar – pulang)
2.    Good Teacher, guru yang mampu menjelaskan secara detail  amateri ajar kepada muridnya. Bisa memahami kondisi muridnya.
3.    Excellent Teacher, guru yang mampu mendemonstrasikan materi-materi ajar untuk kebutuhan  sehari-hari.
4.    Great Teacher, guru yang menjadi inspirasi murid-muridnya.
Semoga kita minimal menjadi good teacher atau bahkan naik level menjadi excellent teacher, yang lebih membanggakan lagi kalua kita sampai level great teacher.

Demikian Amanah yang dapat kami sampaikan, semoga banyak membawa manfaat, dan mohon maaf atas semua keurangan dan kesalahan.

Upacara Hardiknas 2026

Itulah tadi amanat dari Bpk Sukardi, S.Pd saat upcara Hardiknas di Yayasan Assalamah ungaran. Semoga bermanfaat buat kita semua terutama para Pendidik. 

Upacara Hardiknas 2026
Terimakasih sudah mampir membaca 🙏

Jangan lupa Follow, Like dan Share- nya 😇


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.






No comments:

Post a Comment

Designed Template By Blogger Templates - Redesigned By RIESKY FERDIAN