Breaking News

Monday, February 9, 2026

"Nggak Ada Buku, Nyawa Melayang": Sebuah Tamparan Keras Buat Kita yang Suka Malas Sekolah

Assalammu'alaikum.....

Teman teman pembaca blog yang setia, selamat datang bulan kedua di tahun 2026 !

Pernah nggak sih, kamu merasa bad mood parah cuma gara-gara kuota habis, Wi-Fi lemot, atau mama lupa beliin boba pesananmu? Kita sering banget merasa dunia mau kiamat hanya karena keinginan kecil kita nggak terpenuhi. Tapi, coba deh kita tarik napas sebentar dan dengar cerita pilu dari timur Indonesia ini.

ilustrasi by Chat GPT

Tragedi di Pohon Cengkeh

Baru-baru ini, tepatnya tanggal 29 Januari 2026, sebuah berita duka datang dari Ngada, NTT. Seorang anak kelas 4 SD berinisial YBR yang hidupnya tinggal bersama neneknya di gubuk reot ditemukan mengakhiri hidupnya di sebuah pohon Cengkeh.

Alasannya? Bukan karena depresi putus cinta atau tekanan cyberbullying yang rumit. Dia pergi selamanya hanya karena sang Ibu sering menasihatinya, dan nggak mampu membelikannya buku tulis dan bolpoin seharga Rp10.000.

Bayangkan, sepuluh ribu rupiah. Bagi kita, uang segitu mungkin cuma harga parkir dua kali atau harga camilan sekali lewat. Tapi bagi YBR, angka itu adalah tembok besar yang menghalangi mimpinya untuk sekolah, sampai-sampai dia merasa dunianya sudah habis di sana.


Cermin Buat Kita: Masih Mau Ngeluh?

Jujur saja, cerita ini rasanya seperti tamparan keras di pipi kita semua. Coba kita bandingkan dengan kondisi kita sekarang:

  • Fasilitas Lengkap: HP Iphone atau Android gadget terbaru, laptop ada, tas sepatu bermerek punya.

  • Akses Mudah: Buku tinggal beli, alat tulis numpuk di laci sampai sering hilang karena nggak dianggap berharga.

  • Dukungan Finansial: Orang tua banting tulang supaya kita bisa duduk manis di kelas sekolah elit yang mahal tanpa perlu mikir besok makan apa atau bisa beli bolpoin apa nggak.

Tapi pertanyaannya: Bagaimana sikap kita? Seringkali, kita yang punya segalanya malah sekolah setengah hati. Masuk kelas telat, tugas dikerjain pakai copy-paste, atau malah asyik main game saat guru lagi jelasin di depan. Kita punya "senjata" lengkap untuk perang meraih masa depan, tapi kita malah milih buat tidur di barak.

Belajar Bersyukur Lewat Aksi

Bersyukur itu bukan cuma sekadar bilang "Alhamdulillah" atau "Puji Tuhan". Bersyukur yang paling nyata bagi seorang pelajar adalah dengan mematuhi orang tua dan membahagiakannya untuk saat ini yaitu dengan belajar bersungguh sungguh agar meraih prestasi tinggi.

"Jangan menunggu kehilangan dulu baru menyadari betapa berharganya apa yang kita miliki sekarang."

YBR di NTT sana sebenarnya sangat ingin sekolah, dia sangat ingin menulis, tapi dia terhenti oleh kemiskinan yang mencekik. Kita yang punya kesempatan emas ini, jangan sampai menyia-nyiakannya.


Yuk, mulai besok:

  1. Hargai alat tulismu: Jangan dibuang-buang atau dibiarin hilang gitu aja.

  2. Hargai usahamu: Ingat, ada orang yang ingin di posisimu tapi nggak bisa.

  3. Hargai orang tuamu: Setiap rupiah yang mereka keluarkan adalah keringat yang berharap kamu jadi orang sukses.

Masa depan kita adalah bentuk tanggung jawab atas segala kemudahan yang sudah kita terima hari ini. Jadi, masih mau malas-malasan?


Katanya Indonesia rakyatnya adalah yang paling bahagia di muka bumi ini, Sumber Daya Alam melimpah, tapi kok ada anak sampai bunuh diri hanya karena tidak mampu membeli Buku dan Bolpoin seharga 10.000....????

https://www.dw.com/id/indonesia-paling-bahagia/a-75726378

Gimana menurutmu? Apa hal kecil yang paling sering kamu keluhkan padahal sebenarnya itu adalah kemewahan bagi orang lain? 

Semoga Bermanfaat ,

Terimakasih sudah mampir, jangan lupa klik like dan folllow nya !

Wassalammu'alaikum 

No comments:

Post a Comment

Designed Template By Blogger Templates - Redesigned By RIESKY FERDIAN