Breaking News

Tuesday, January 27, 2026

Habis TKA SMA/K, terbitlah TKA SD dan SMP : MANTAB !!!

Assalammualaikum sobat semua, eh berjumpa lagi 😄gpp khan ya? mumpung lagi semangat nulis daripada Gabut 😅

Baiklah langsung saja pada inti masalah ya yakni TKA. Yang dulu namanya EBTANAS, UN, terus UNBK, AKM / ANBK eh kalau ini beda levelnya ya 😆 dan sekarang TKA atau Tes Kemampuan Akademik.

Ilustrasi By Chat GPT

Sebelum ke TKA SMP ane cerita dulu TKA tingkat SMA/SMK. Untuk SMA dan SMK , TKA ini sudah selseai diselenggrakan yakni pada bulan November 2025 kemarin dan pengumuman hasilnya di bulan Januari 2026 ini. Yang mengejutkan adalah rata rata nilai TKA SMA dan SMK ternyata jauh dari harapan nilai yang ideal atau bagus untuk seluruh Indonesia. Seperti yang dilansir oleh situs Antara berikut menyebutkan bahwa :

Untuk lebih lengkapnya, berikut daftar nilai rata-rata TKA 2025 di setiap mata pelajaran untuk tingkat SMA, yang disusun berdasarkan urutan nilainya:

  • Geografi: 70.63
  • Antropologi: 70.47
  • Bahasa Indonesia Lanjut: 69.69
  • Bahasa Arab: 65.99
  • Bahasa Mandarin: 65.09
  • Sejarah: 63.48
  • PPKn: 62.31
  • Sosiologi: 60.64
  • Bahasa Indonesia: 57.03
  • Bahasa Jepang: 56.89
  • Biologi: 54.76
  • Projek Kreatif dan Kewirausahaan: 52.82
  • Bahasa Prancis: 47.02
  • Bahasa Inggris Lanjut: 46.77
  • Matematika Lanjut: 40.13
  • Fisika: 38.25
  • Bahasa Jerman: 37.19
  • Matematika: 37.03
  • Kimia: 35.01
  • Ekonomi: 32.24
  • Bahasa Korea: 30.50
  • Bahasa Inggris: 26.33

Bila dilihat dari hasil diatas maka rata rata nilainya tidak ada yang sampai 75 bahkan lebih. Kok bisa ??? Padahal KKM raport sewaktu mereka sekolah adalah minimal 80 atau 85 bahkan harus lebih tinggi supaya bisa bersaing keterima sekolahan Negeri 😂 You know lah sistem pendidikan kita seperti apa dan nanti akan melahirkan generasi kayak gimana ? 😱

Tapi tenang ane disini ga akan membahas panjang lebar tentang TKA SMA / SMK  yang jeblok hasilnya. Tapi lebih fokus ke TKA SMP. kalau dalam istilah bahasa Inggris ada materi WH Questionwhat, who, why, when, where dan how.

What it is TKA ? : TKA mirip UN jaman dulu namun hanya 2 mapel dan bukan syarat kelulusan meskipun nilai TKA ini bisa untuk prasayarat masuk sekolah negeri lewat jalur prestasi nilai TKA. Dengan adanya TKA maka prediksi ane jalur zonasi yang penuh kerancuan dan kecurangan itu akan dihilangkan karena SPMB tahun 2026 ini ada 3 jalur seperti yang tertera pada gambar ini

Fungsi TKA 
 Who are the students who participated in TKA? : Siapa saja yang ikut TKA ? siswa kelas 6 SD dan 9 SMP (siswa tingkat akhir sekolah dasar dan  menengah pertama) yang bersedia ikut TKA. Karena TKA ini tidak wajib maka nanti yang mau ikut saja yang di daftarkan sekolah untuk ikut TKA, tapi bagi yang ga mau ikut ya .... resikonya tak bisa masuk Negeri. But...Don't worry bisa langsung sekolah di swasta saja toh Sekolah swasta juga ga kalah bagus dari Negeri, fasilitas juga komplit, gurunya ramah, hanya saja kalau swasta pasti berbayar dan ada yang mahal jika sekolahnya itu favorit😁

SD Muhamadiyah Sapen Jogja inden luar biasa

Why TKA ? TKA ini untuk mengukur kemampuan siswa sejauh mana menguasai pelajaran meski hanya fokus pada 2 mapel saja yakni literasi (bahasa indonesia) dan numerasi (matematika) tapi diharapkan oleh Pak Menteri bisa membawa dampak perubahan kepada murid bahwa untuk bisa lulus diperlukan suatu ujian agar bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi misal SD ke SMP, SMP ke SMA, SMK ke perguruan tinggi. Juga sebagai bahan evaluasi pendidikan nasional apakah kurikulumnya selama ini sudah bagus atau masih kurang.

When TKA is held ? Menurut gambar berikut TKA akan diadakan ba'da Lebaran atau bulan April 2026. Sedangkan pendaftarannya sudah di buka mulai Januari sampai Februari 2026.

Tanggal TKA
Where is TKA held ? Dimana TKA diadakan ? Mirip ANBK maka TKA ini berbasis CBT (Computer Based Test) atau online menggunakan komputer dengan tampilan software mirip ANBK, maka tentu saja penegerjaannya di lab komputer pada masing masing tingkat satuan pendidikan. jika tidak punya lab komputer dan akses internet maka bisa menumpang di sekolahan lain yang terdekat dengan fasilitas yang memadai

Dan terakhir adalah HOW TKA is held  ? Bagaimana TKA di adakan ? Jadi TKA ini akan berlangsung selama 2 hari dalam 4 sesi dengan waktu per sesi nya 105 menit. yang terdiri atas : 

Hari Pertama
Latihan: 10 menit
Matematika dan Numerasi: 30 soal dikerjakan dalam waktu 75 menit.
Survei karakter: 20 menit

Hari Kedua
Latihan: 10 menit
Bahasa Indonesia dan literasi: 30 soal dikerjakan dalam waktu 75 menit.
Survei sulingjar: 20 menit

Jadwal TKA per Sesinya

Untuk WITA (Waktu Indonesia Tengah) : 4 sesi mulainya pkl 08.00 selesai pkl 16.30 dan WIT (Waktu Indonesia Timur) 3 sesi saja mulai pkl 09.000 selesai pkl 15.15. 

Lalu muncul pertanyaan : Kenapa kok tidak sama atau berbarengan dan jadwal TKA kok panjang dari tanggal 6 -16 April 2026 padahal waktu TKA cuma 2 hari saja ? Selain waktu wilayah yang berbeda, juga karena server soal online TKA itu agar tidak overload dan tidak loading lama bahkan error maka harus di bagi bagi harinya tersebut.

Lalu apa pengaruhnya nilai TKA buat sekolahan ? TKA ini untuk siswa bukan seperi ANBK kelas 8 yang buat rapor pendidikan sekolah. Dijelaskkan bahwa pada dasarnya, hasil TKA tidak secara langsung memengaruhi rapor ataupun akreditasi sekolah. Namun, data dari TKA akan menjadi bahan refleksi penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pendidikan. TKA berperan sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan, bukan sebagai penentu nilai akhir rapor siswa

Demikianlah sekilas penjelasan dari ane tentang TKA kali ini. Harapannya agar persiapan tingkat SD dan SMP lebih matang sehingga nilainya bisa lebih bagus 💪🤲🏼 daripada tingkat SMA / SMK yang hanya 3 bulan saja dari Juli ke Oktober, November sudah TKA yang mengakibatkan nilainya jeblok karena seolah seolah siswa siswi Konoha 🙈 (eh maaf) Indonesia ini jadi kelinci percobaan kurikulum baru setiap berganti menteri pendidikannya. 

Semoga bermanfaat dan siapkan diri kalian wahai anak SD dan SMP ! 

Sudahi santai santai dan bermain game kalian !

Kelas 9 Sudah bukan waktunya untuk nakal lagi ! 

Terimakasih sudah mampir membaca, jangan lupa untuk klik tombol LIKE, FOLLOW dan SHARE nya !

Wassalammu'alaikum 

 

Read more ...

Sunday, January 25, 2026

Anak Kecil Bunuh Ibunya, Siswa Keroyok Gurunya, Mau jadi apa anak anak Indonesia nanti ?

Assalammualaikum sobat pembaca semua, 

Dunia rasanya sedang tidak baik-baik saja saat kita membaca berita dalam waktu kurang dari 2 bulan ini yakni akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026 ini. Di Medan, seorang anak perempuan usia 12 tahun (kelas 6 SD) tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri gegara hapenya dirampas ibunya dan sering dimarahi ibunya. Belum kering rasa terkejut kita, muncul lagi kabar dari Jambi tentang sekelompok siswa SMKN 3 Tanjab Timur Jambi yang mengeroyok gurunya sendiri. Dimanakah hati nurani anak anak ini sekarang ? 😱

Ilustrasi gambar oleh Chat GPT

Dua peristiwa ini bukan sekadar berita kriminal biasa; ini adalah alarm keras bagi kita semua. Muncul pertanyaan besar di benak kita: "Anak masih SD sampai tega Bunuh Ibu Kandungnya sendiri tanpa belas kasih, Sekelompok murid SMK bisa mengeroyok dan memukuli Gurunya dengan brutal, sebegitu parahnya moral anak anak sekarang ? So....mau jadi apa anak-anak Indonesia nanti?" 2045 menuju Generasi Emas atau malah Generasi Cemas ?!?

Mari kita duduk sejenak, melepas penat, dan merefleksikan ini dengan hati yang tenang namun tetap waspada.


 
Read more ...

Saturday, January 24, 2026

Hormati Gurumu, Sayangi Teman !

Assalammualaikum Gaess , apa kabarnya kalian semua ? Semoga sehat selalu dan tetap semangat ya ! Aamiin 

Di awal tahun 2026 ini ane akan muat artikel yang menurut ane itu hal yang memprihatinkan, sudah gila serta kebablasan ! 😓  

Ilustrasi by Chat GPT
 PERGI BELAJAR

ciptaan : Ibu Sud 

"Oh, ibu dan ayah selamat pagi

Ku pergi belajar sampaikan nanti

Selamat belajar nak penuh semangat

Rajinlah s'lalu tentu kau dapat

Hormati gurumu, sayangi teman

Itulah tandanya kau murid budiman !"

TANJUNG JABUNG TIMUR – Dunia pendidikan kembali berduka akibat hilangnya nilai-nilai kesantunan. Penggalan lirik lagu jadul sederhana namun penuh makna diatas menyebutkan "Hormati Gurumu, Sayangi Teman" tampaknya mulai luntur dan berganti menjadi solidaritas sempit yang keliru. Pada Selasa (13/1/2026), sebuah insiden kekerasan terjadi di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, di mana sejumlah murid nekat menyerang gurunya sendiri.

Kronologi Kejadian

Berikut adalah rincian kronologinya:


1. Kronologi Versi Guru (Agus Saputra)

Dari sudut pandang guru, tindakan yang dilakukan adalah murni upaya pendisiplinan terhadap perilaku siswa yang dianggap tidak sopan.

  • Pemicu Awal: Pada hari Senin (12/1), Guru Agus menegur seorang siswa yang menutup pintu kelas dengan keras saat jam pelajaran berlangsung. Guru menganggap tindakan tersebut merupakan bentuk ketidaksopanan terhadap pendidik.

  • Puncak Ketegangan: Pada Selasa (13/1), sang guru kembali bertemu dengan siswa tersebut untuk menindaklanjuti teguran kemarin. Namun, siswa tersebut dianggap menunjukkan sikap menantang dan tidak terima ditegur.

  • Terjadinya Penyerangan: Menurut versi guru, saat ia mencoba membawa masalah ini ke ruang pimpinan/kantor untuk dimediasi, ia justru dikerumuni oleh rekan-rekan siswa tersebut. Di sanalah terjadi aksi pengeroyokan yang menyebabkan sang guru mengalami luka lebam dan trauma. Ia menegaskan tidak ada niat menganiaya, melainkan hanya ingin mendisiplinkan.

2. Kronologi Versi Siswa (dan Kuasa Hukum)

Dari sisi siswa, tindakan mereka diklaim sebagai respons spontan atau "pembelaan diri" atas perlakuan kasar yang mereka terima terlebih dahulu.

  • Dugaan Kekerasan Fisik: Siswa mengklaim bahwa pada saat kejadian di hari Selasa, guru tersebut merespons ketidaksukaan mereka dengan tindakan fisik yang berlebihan. Muncul tuduhan bahwa guru melakukan penamparan atau kekerasan fisik lainnya saat adu mulut terjadi di dalam kelas.

  • Solidaritas Teman: Melihat rekannya mendapat perlakuan fisik, siswa-siswa lain yang berada di lokasi merasa tidak terima. Hal inilah yang memicu aksi solidaritas yang salah sasaran, di mana mereka secara bersama-sama menyerang balik sang guru.

  • Pembelaan: Pihak siswa merasa bahwa mereka adalah korban kekerasan anak di bawah umur, sehingga mereka juga melayangkan laporan balik ke Polda Jambi dengan dasar perlindungan anak.

  

Dampak dan Tindak Lanjut

Kasus ini kini telah memasuki ranah hukum dengan perkembangan sebagai berikut:

  • Saling Lapor ke Polda Jambi: Guru Agus Saputra resmi melaporkan kasus pengeroyokan pada 15 Januari 2026 karena mengalami luka lebam dan trauma psikis. Sebaliknya, pada 19 Januari 2026, pihak siswa (didampingi kuasa hukum) melaporkan balik sang guru atas dugaan kekerasan terhadap anak.
  • Sanksi Administratif: Dinas Pendidikan Provinsi Jambi telah menonaktifkan sementara guru yang bersangkutan dari kegiatan mengajar untuk pemulihan trauma dan kelancaran proses pemeriksaan oleh bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
  • Respon Kemendikdasmen: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, memberikan perhatian khusus pada kasus ini dan mendorong perlindungan hukum bagi guru, sembari meminta sekolah mengevaluasi budaya keamanan dan kenyamanan belajar.
  • Mediasi: Meskipun sempat dilakukan mediasi oleh pihak sekolah dan kepolisian, proses perdamaian (Restorative Justice) belum mencapai titik temu, sehingga kasus terus bergulir di Kepolisian Daerah Jambi. 

Pergeseran Etika Remaja

Fenomena ini memicu keprihatinan mendalam di kalangan pendidik dan orang tua. Ada indikasi pergeseran pola pikir di kalangan remaja saat ini:

  • Dulu: Murid menjunjung tinggi rasa hormat kepada pengajar sebagai orang tua kedua.
  • Sekarang: Adanya kecenderungan "dukung teman meski salah," bahkan jika harus melakukan tindakan anarkis terhadap guru.

Renungan: Memaknai Kembali Marwah Guru dan Adab Murid

Tragedi di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur ini menjadi cermin retak bagi dunia pendidikan kita. Dulu, teguran guru dianggap sebagai "obat" untuk mendisiplinkan karakter, namun kini sering kali dianggap sebagai "serangan" terhadap harga diri.

Ketika solidaritas pertemanan melampaui rasa hormat kepada pendidik, ada yang salah dengan fondasi moral generasi kita. Kita perlu merenung: apakah kita sedang membesarkan generasi yang cerdas secara akademik namun rapuh secara mental dan miskin adab? Guru bukanlah musuh, mereka adalah orang tua kedua yang tugasnya bukan sekadar mengajar materi, tapi membentuk manusia.

Solusi: Langkah Nyata Mencegah Terulangnya Kekerasan

Agar kejadian serupa tidak kembali mencoreng dunia pendidikan, diperlukan kolaborasi konkret dari berbagai pihak:

  1. Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Adab: Sekolah tidak boleh hanya fokus pada nilai di atas kertas. Kurikulum harus memberikan porsi lebih besar pada penanaman adab (etika) sebelum ilmu, sehingga murid paham cara merespons teguran dengan bijak.

  2. SOP Perlindungan Guru dan Siswa yang Jelas: Perlu adanya standar operasional yang tegas di setiap sekolah saat menangani konflik. Guru harus dibekali cara mendisiplinkan siswa tanpa kekerasan fisik, dan siswa harus memiliki saluran pengaduan yang resmi jika merasa diperlakukan tidak adil, bukan dengan main hakim sendiri.

  3. Keterlibatan Aktif Orang Tua: Pendidikan karakter dimulai dari rumah. Orang tua harus berhenti bersikap defensif berlebihan terhadap anak dan mulai membangun komunikasi rutin dengan sekolah untuk memantau perkembangan perilaku anak.

  4. Program Mediasi dan Konseling: Sekolah perlu mengaktifkan peran guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai mediator yang netral sebelum konflik kecil membesar menjadi tindakan kriminal.

  5. Penegakan Hukum yang Berkeadilan: Kasus ini harus diselesaikan secara hukum dengan tetap mempertimbangkan aspek edukatif, agar memberikan efek jera tanpa menghilangkan masa depan siswa, namun tetap menjunjung tinggi martabat guru sebagai pilar pendidikan.


Semoga narasi ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk kembali menghidupkan budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.

Ingat ADAB LEBIH TINGGI DARIPADA ILMU !


 Janga lupa klik LIKE, dan FOLLOW nya ya

Terimakasih 

Wassalammu'alaikum  



Read more ...
Designed Template By Blogger Templates - Redesigned By RIESKY FERDIAN